Rabu, 17 Oktober 2012

Mengupas Masalah Brand

Pengertian Brand
Brand/ Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat.
Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty).

Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :
1. Contoh brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso,dsb.
2. Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, simbol bulatan hijau pada sony ericsson dsb.
3. Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dsb.

Strategi Merk
1.Individual Branding / Merek
Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.
2. Family Branding / Merek Keluarga
Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contohnya seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

Mengapa Image Itu Penting Bagi Perusahaan atau Sebuah Merek?
  • Image yang baik akan memudahkan perusahaan menarik orang-orang yang berkualitas.
  • Perusahaan atau merek dengan image yang baik selalu disukai business partner mereka.
  • Kesempatan untuk sukses dalam meluncurkan produk baru lebih baik dibanding perusahaan dengan image yang dibawah rata-rata industri.
  • Program dan aktifitas pemasaran akan menjadi efisien.
  • Kepercayaan investor akan meningkat yang selanjutnya akan meningkatkan harga saham bagi perusahaan yang sudah Go Public.
  • Meningkatkan loyalitas konsumen dan dari riset menunjukan bahwa dengan image yang baik perusahaan menikamati peningkatan pendapatan dan laba yang lebih baik.
Brand Building (Cara Membangun Image yang Kuat)
Brand Building adalah usaha meningkatkat ekuitas dari suatu merek yaitu dengan cara langsung melalui Iklan di Media dan tidak langsung dengan  menjadi sponsor suatu acara.

1. Interaksi
Interaksi disini adalah komunikasi yang terjadi antara karyawan dengan karyawan, perusahaan dengan karyawan dan karyawan/perusahaan dengan customer/consumer atau bahkan stakeholder. Dan interaksi di sini adalah komunikasi 2 arah bukan 1 arah.  Dengan komunikasi 2 arah akan lebih menciptakan ikatan dengan konsumen dan mereka akan merasa terlibat.
Dan dengan dimulainya interaksi sebenarnya perusahaan juga mulai meletakkan dasar atau konstruksi untuk sebuah bangunan berupa image. Dan sekecil apapun interaksi tersebut yang pasti akan mempengaruhi pondasi image tersebut. Misalnya interaksi perusahaan dengan masyarakat berupa program “CSR – Corporate Social Responsibility” akan membentuk image tersendiri di mata masyarakat bahwa perusahaan tersebut mempunyai rasa tanggung jawab social yang tinggi.
Program Lifebouy yang menyumbangkan jumlah tertentu kepada lemabaga social dari setiap penjualan Lifebouy selama program berlangsung jelas memberikan dampak berupa image positif di masyarakat bahwa Lifebouy juga mempunyai kepedulian sosial.
Jadi secara garis besar image akan mulai dibentuk jika ada interaksi antara perusahaan/produk dengan konsumen atau masyarakat luas. Dan interaksi di sini bisa melalui media apapun asalkan aktifitas tersebut bisa dilihat, dirasakan atau dinikmati oleh konsumen. 

2. Pesan
Selanjutnya untuk membangun image yang kuat dibutuhkan suatu message atau pesan kepada konsumen yang dilakukan secara konsisten. Message merupakan suatu tolak ukur perusahaan untuk melihat apakah pesan yang ingin kita sampaikan benar-benar diterima konsumen. Dan dengan message yang jelas, konsisten dan sesuai harapan akan membantu membentuk image perusahaan atau produk secara kuat. Contoh nyata adalah merek mobil Volvo yang mempunyai image sebagai mobil dengan standar keamanan terbaik. Atau Ferrari yang mempunyai image sebagai mobil yang berkecepatan kencang. 

3. Asosiasi
Seperti diketahui bahwa kumpulan asosiasi-asosiasi akan membentuk suatu image. Asosiasi dibutuhkan oleh merek untuk mendapatan perhatian dan juga memudahkan konsumen menginterpretasikan nilai yang dijanjikan merek. Misalnya mobil Volvo yang diasosiasikan dengan keamanan.
Tantangan terberat adalah bagaimana menyamakan image yang diinginkan perusahaan dengan image yang ada di masyarakat terhadap sebuah merek. Ini bisa dijawab dengan memastikan bahwa asosiasi yang ada di benak konsumen sesuai dengan yang kita harapkan.
Secara sederhana bisa diambil contoh yaitu deterjen Daia yang secara jelas mempunyai asosiasi bahwa Daia adalah deterjen dengan harga yang terjangkau. Atau pemakai jam tangan Rolex yang diasosiasikan dengan orang kaya.

4. Grouping
Setelah interaction, message dan association dilaksanakan secara benar, maka proses berikutnya “grouping” perlu untuk diperhatikan. Karena grouping merupakan kunci bagi konsumen untuk masuk ke dalam ruang yang kita sebut sebagai segmen, kategori atau kelas.
Grouping sangat penting dan dibutuhkan. Karena pada dasarnya otak manusia akan lebih gampang untuk mengingat sesuatu yang teroganisir dengan baik. Sebagai contoh dapat dibayangkan jika di sebuah Hypermarket, semua produk tidak disusun sesuai kategori. Konsumen jelas akan menghabiskan waktu lebih lama dan sekaligus membuat konsumen kabur ke toko yang lebih kecil. Kita butuh grouping untuk mengukur performance dari merek kita. Bisa dibayangkan tanpa grouping, maka sebuah merek tidak akan mempunyai kejelasan di kategori mana merek tersebut bersaing.

5. Equity
Proses selanjutnya untuk membangun image yang kuat adalah dengan membangun brand equity atau ekuitas merek yang kuat. Semakin tinggi ekuitas atau nilai dari merek maka semakin kuat image positif yang ada dalam merek tersebut. Sayangnya hingga saat ini masih terdapat silang pendapat mengenai bagaimana mengukur nilai merek tersebut.

Kesimpulan
Membangun image bukanlah merupakan proses yang dibangun dalam sekejap. Image berkaitan dengan persepsi yang jelas juga berkaitan dengan pikiran, memori, hati, logika, emosi, perasaan bahkan sensasi. Jadi dalam membangun merek kita tidak hanya bisa mengandalkan rasionalitas, tetapi faktor pikiran, emosi, perasaan dan intuisi juga sangat berperan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa memori yang ada pada konsumen tidak hanya terbentuk karena mereka mencoba atau berkeinginan secara sadar untuk mengingat. Akan tetapi memori tersebut bisa terjadi tanpa kita sadari atau dikenal dengan istilah “implicit memory”. Di mana para pakar meyakini bahwa ini yang kemungkinan besar merupakan kekuatan yang tersembunyi dari suatu iklan yang membuat konsumen tertarik dan akhirnya membeli sebuah merek.

Brand Equity (Kekuatan Suatu Merek )
Adalah masyarakat dapat mengenali atau menilai suatu perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan yang setara. Perusahaan dapat menciptakan ekuitas merek untuk produk mereka dengan cara membuat konsumen berkesan bahwa brand tersebut mudah diingat dan unggul dalam kualitas. Waktu pemasaran juga dapat membantu untuk menciptakan ekuitas merek.

Mengukur Kekuatan Suatu Merek
1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga.
2. Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
3. Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
4. Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara atau daerah lain.
5. Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri.
6. Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.
7. Protection: merek tersebut mempunyai legalitas merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

Cara Mengetahui Seberapa Jauh Konsumen Aware Terhadap Sebuah Brand
1. Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.
2. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu.
3. Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.
4. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.

Komponen Brand Equity
(1) Brand Loyalty (kesetiaan terhadap merek)
Merupakan suatu ukuran keterkaitan konsumen kepada sebuah merk. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang konsumen beralih ke merk produk lain, terutama jika merk tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga maupun atribut lain. Konsumen yang loyal umumnya akan melanjutkan pembelian merk tersebut walaupun dihadapkan pada banyak alternative merk produk pesaing yang menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dipandang dari berbagai sudut atributnya.
(2) Brand Name Awereness (kesadaran merk)
Adalah sejauh mana suatu produk dikenal oleh para konsumennya. Biasanya disajikan dalam bentuk presentase dari targer pasar, kesadaran akan merek adalah tujuan utama dari iklan yang dibuat suatu produk pada tahun pertama produk tersebut. Kesadaran akan merek adalah salah satu kunci mempromosikan suatu produk.
(3) Brand Association
Segala kesan yang muncul dibenak seorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Kesan-kesan yang Nampak pada suatu merk akan meningkat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merk, atau dengan semakin seringnya penampakan merk tersebut dalam strategi komunikasi.
(4) Perceived Quality (persepsi terhadap kualitas)
   Dapat didefinisikan sebagai presepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Perceived Quality yang positif akan mendorong keputusan pembelian dan menciptakan loyalitas terhadap produk tersebut.
(5) Other Proprietary Brand Assets
Brand equity yang lainnya seperti paten, trademark.

Contoh Brand Equity Teh Botol Sosro
Merek dari Teh Botol Sosro merupakan sebuah contoh merek yang telah dikembangkan dan dipertahankan selama puluhan tahun. Bermula sebagai adopsi dari merek teh melati produksi keluarga Sosrodjojo, yang kemudian dikembangkan sehingga menjadi sebuah merek yang sangat dekat dengan pelanggan melalui strategi-strategi yang dilakukan.
Positioning yang dilakukan oleh Sosro juga didukung oleh marketing mix yang baik. Contoh adalah bahwa pengembangan produk berasal dari strategi promosi, hubungan antara penentuan harga (price) dengan saluran distribusi (place), dll.
Strategi penjualan yang dilakukan Sosro adalah dengan mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus menerus. Mengutamakan availability dan kualitas produk sehingga berbuah pada kesetiaan pelanggan.
Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah dengan mengintegrasikan supply chain, seperti memiliki kebun teh sendiri. berbeda dengan proses distribusi produk dilakukan dengan bekerja sama dengan banyak agen penjualan untuk memperluas cakupan distribusi dari Sosro.
Brand Equity dari Sosro telah terbentuk melalui proses yang panjang. Sosro telah berhasil mengembangkan merek Teh Botol Sosro menjadi merek dengan brand equity yang kuat.

Brand Awareness yang dimiliki Teh Botol Sosro dapat dikatakan telah memasuki tingkatan top of mind. Hal ini dapat dilihat dari Teh Botol Sosro dapat menjadi pemimpin pasar dalam kategori teh siap minum dalam kemasan botol.
Perceived Quality dari Teh Botol Sosro telah terbukti selama puluhan tahun. PT. Sinar Sosro telah berhasil menjaga kualitas produk ini sehingga mendapat anggapan baik dari konsumen.
Brand Association dari Teh Botol Sosro kuat, dapat dilihat bahwa ketika orang menyebut teh botol kemudian yang menjadi maksud dari teh botol itu sendiri adalah Teh Botol Sosro.

Brand Loyalty dari Teh Botol Sosro juga kuat. Ini merupakan hasil dari pengembangan saluran distribusi, menjaga kualitas, dan strategi promosi yang dilakukan dengan jargon “apapun makanannya minumannya teh botol sosro”.

Kesimpulan 
Sebuah merek adalah asset yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memiliki brand equity yang kuat, sebuah perusahaan mendapatkan banyak keunggulan kompetitif. Untuk menghadapi persaingan di era perekonomian global peranan merek menjadi semakin penting. Hal ini dapat dilihat dari pengalaman PT. Sinar Sosro dalam mengambangkan merek Teh Botol Sosro, sehingga hingga kini masih dapat menjadi market leader dalam criteria teh dalam kemasan, dan bahkan melahirkan merek-merek baru yang juga dapat bersaing dan berkompetisi di pasar bahkan dengan perusahaan multinasional sekalipun.

Ide Referensi :

Rabu, 26 September 2012

Segmentasi, Targeting, Positioning, Differensiasi

SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar menurut saya memetakan atau memilah pasar menjadi beberapa segmen yang berbeda-beda. istilah gampangnya "meraba" pasar.
Sebelum kita memasarkan produk baik berupa barang atau jasa hendaknya kita mensegmentasi pasar dahulu agar menjadi jelas kira-kira produk kita nantinya akan masuk ke pasar yang mana.
Hal ini sangat penting karena masing-masing pasar mempunyai karakteristik yang berbeda-beda yang belum tentu sama dengan karakteristik produk kita.

Peranan segmentasi dalam marketing :
  1. Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar.
  2. Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
  3. Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
  4. Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan cara yang berbeda.

Manfaat segmentasi pasar :
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.

Kelemahan segmentasi pasar :
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon. 


Contoh Segmentasi Pasar
Sebagai contoh misalnya user gaming computer (komputer-permainan) dan desainer grafis. Pengguna komputer untuk bermain game ingin membeli komputer dengan kemampuan grafis berkualitas tinggi dan waktu proses cepat. Sedangkan desainer grafis, mencari sebuah mesin yang dapat menangani file grafis besar.
Pada kenyataannya, kebutuhan mereka dapat dipenuhi oleh produk yang sama. Tetapi karena selalu harus fokus pada manfaat daripada fitur ketika mempromosikan produk. Kedua kelompok harus diperlakukan sebagai segmen pasar yang berbeda. Kita dapat menekankan kemampuan gaming computer untuk satu kelompok, dan kemampuan grafis desain untuk kelompok lainnya.

TARGETING
Targeting berarti membidik. Setelah kita mendapatkan pemetaan pasar melalui proses segmenting diatas. Langkah selanjutnya adalah targeting yaitu membidik pasar yang telah kita pilah-pilah diatas. Tentunya kita akan membidik pasar yang sesuai dengan karakteristik produk kita agar mendapatkan dan menentukan strategi eksekusi marketing yang tepat.

Tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan dalam menentukan segmen yang akan ditarget :
(1) Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan.
 (2) Strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan untuk mendominasi segmen pasar yang dipilih.
(3) Segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi persaingannya yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik target segmen.

Strategi penetapan target pasar :
1. Strategi pemasaran tanpa pembeda
Ada beberapa perusahaan yang melihat pasar secara keseluruhan tanpa membedakan target pasar tertentu. Perusahaan yang menggunakan strategi pemasaran ini, hanya menawarkan satu macam produk dan mencakup seluruh pasar.
Pemasaran tanpa membedakan target pasar dipilih para pelaku bisnis, karena strategi ini biayanya lebih kecil dibandingkan pemasaran dengan membedakan target pasar.
2. Strategi pemasaran dengan pembeda
Pemasaran yang kedua dengan membedakan target pasar sesuai kebutuhan konsumen. Berbagai variasi kebutuhan yang dibutuhkan para konsumen, menjadi faktor pendorong pelaku bisnis membedakan target pasar mereka. Jika pemasaran tanpa pembeda hanya memproduksi satu macam produk, pemasaran dengan pembeda memproduksi berbagai macam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para konsumen.
Pembedaan target pasar dapat dicontohkan dari produk mie instan, mereka mengembangkan usahanya dengan membedakan varian rasa produk berdasarkan selera para konsumen.
3. Strategi pemasaran terkonsentrasi
Pemasaran terkonsentrasi hanya fokus memasarkan produknya kepada satu atau beberapa kelompok pembeli saja.  Sehingga pemasaran produk hanya ditujukan kepada kelompok pembeli yang paling berpotensi. Seperti produk Tropicana Slim, gula rendah kalori dan bebas gula ini lebih fokus kepada para konsumen yang ingin menjaga kesehatannya terutama bagi para penderita diabetes.
Dengan fokus pada kelompok tertentu, perusahaan yang menggunakan strategi pemasaran ini berusaha menawarkan produk yang terbaik bagi target pasar mereka. Sehingga spesifikasi image produk yang ditawarkan dapat tertanam pada konsumen yang menjadi sasaran pasarnya.

Contoh targeting :
Berdasarkan Persaingan : Kodak vs Fuji,
Berdasarkan Kesesuaian dan kelayakan : Pepsi vs Coca-Cola

POSITIONING
Positioning yaitu melakukan kajian atau penelitian untuk memposisikan produk kita di pasaran.
Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk dan merk.
Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar.
Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.
Re-positioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.
De-positioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merk untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen.
Contoh paling nyata adalah dalam industri otomotif, Yamaha melakukan de-positioning untuk produk Vega R nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis, sebagai pesaing langsung produk murah dari china, produk supra fit dari honda dan Smash dari suzuki.
Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing.

Konsep positioning :

Secara umum, ada tiga tipe konsep postioning :
  • Functional positions
    • Pemecahan masalah
    • Menyediakan manfaat bagi konsumen
    • Memperoleh persepsi yang menyenangkan dari investor
  • Symbolic positions
    • Peningkatan citra diri
    • Identifikasi diri
    • Rasa ikut memiliki dan tingkat penghargaan lingkungan terhadap perusahaan
    • Membangun pengaruh yang cukup kuat dalam segmen pasar tertentu
  • Experiential positions
    • Mampu menstimulasi sensor motorik
    • Mampu menstimulasi sensor kognitif
DIFFERENSIASI
Diferensiasi pasar merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan.
Diferensiasi itu sendiri adalah tindakan merancang suatu set perbedaan seperti membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing.
Dengan adanya diferensiasi, maka suatu perusahaan bisa melakukan penjualan dengan jumlah yang cukup banyak.
Selain diferensiasi, penawaran atas harga pasar juga sangat berpengaruh terhadap penjualan. Jika harga terlalu tinggi, maka konsumen akan berpindah ke penjual lainnya untuk mendapatkan harga yang paling murah. 

Ada beberapa cara yang digunakan untuk mendiferensiasikan pasar :
1. Lebih baik , artinya kinerja perusahaan lebih baik dari pesaing, mencakup sedikit peningkatan produk yang ada.
2. Lebih baru, artinya mengembangkan solusi yang sebelumnya tidak ada. Biasanya hal ini resikonya lebih tinggi daripada sedikit peningkatan produk namun ada peluang untuk laba lebih tinggi .
3. Lebih cepat, artinya mengurangi waktu kerja yang diperlukan dalam menggunakan atau membeli suatu barang dan jasa
4. Lebih murah, artinya mendapatakan barang yang serupa dengan harga lebih murah.

Tiga strategi yang berhasil dalam diferesiasi dan kepemimpinan pasar :
1. Operasi yang cermerlang : ember pelanggan produk atau jasa yang handal dengan harga bersaing dan mudah didapat. Misalnya Koputer Accer, Fuji film
2. Keakraban pelanggan : sehingga dapat menanggapi kebutuhan khusus mereka. Misalnya Bengkel Auto 2000, Magarine Blue Ben
3. Keunggulan Produk : Memberi pelanggan produk dan jasa inovatif yang meningkatkan untilitas pelanggan dan memiliki unjuk kerja lebih baik daripada pesaingnya. Misalnya Indomie, Aqua, Honda.

Keuntungan dari strategi diferensiasi produk.
1. Produk lebih mudah diingat para konsumen
Pada dasarnya segala sesuatu yang unik dan berbeda, tentu akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih mudah mengenali dan mengingat produk tersebut, dibandingkan produk lainnya yang sudah umum di pasaran.
2. Produk lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya.
Jika produk lainnya sudah dianggap standar oleh para konsumen, dengan menciptakan diferensiasi maka produk Anda akan terlihat lebih unggul dibandingkan produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran.
3. Harga jual produk lebih tinggi.
Sebuah produk yang memiliki keunikan khusus, biasanya akan diburu konsumen dengan harga berapapun. Jadi tidak heran bila harga jual produk limited edition bisa lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran.
4. Mengatasi masalah kejenuhan pasar
Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai dengan daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi produk dapat membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya.
5. Membantu terciptanya image produk
Semakin unik produk yang di tawarkan, maka akan semakin memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak konsumen yang mengenali produk kita.

Contohnya :
Nexian merupakan salah satu merek ponsel lokal yang berhasil menaklukkan pasar segmen menengah ke bawah meski sempat diragukan keunggulannya. Kecepatan mengikuti tren, yang dimulai dengan memasarkan produk mirip BlackBerry, akhirnya mengubah Nexian dari merek yang biasa saja menjadi berbeda (setidaknya di antara merek-merek lokal lain).

Ide referensi :
- http://marketingclassic.blogspot.com/2011/10/diferensiasi-dan-penentuan-posisi.html
- http://www.google.co.id

- http://id.wikipedia.org